Dwipw's Blog

Koordinasi

Posted on: January 1, 2011

Koordinasi

– 30/11/2010POSTED IN: PRACTICE ADVISORIES, STANDAR KINERJA
Dalam Standar 2050, Kepala Eksekutif Audit (CAE) harus berbagi informasi dan mengoordinasikan kegiatan dengan penyedia layanan assurance dan konsultasi lainnya, baik internal maupun eksternal, untuk memastikan lingkup yang tepat/memadai serta mengurangi duplikasi pekerjaan (efforts). Selanjutnya the IIA memberikan pedoman aktivitas koordinasi ini sebagai berikut:
1. Pengawasan atas pekerjaan auditor eksternal, termasuk koordinasi mereka dengan aktivitas audit internal, merupakan tanggung jawab dari Dewan. Sedangkan koordinasi pekerjaan audit internal dengan audit eksternal merupakan tanggung jawab CAE. CAE perlu memperoleh dukungan dari Dewan untuk mengoordinasikan pekerjaan audit secara efektif.
2. Sebuah organisasi dapat menggunakan pekerjaan auditor eksternal untuk memberikan assurance atas suatu kegiatan yang menjadi ruang lingkup audit internal. Dalam kasus seperti ini, CAE perlu mengambil langkah-langkah untuk memahami pekerjaan auditor eksternal tersebut, sebagai berikut:
• Sifat, lingkup, dan waktu pekerjaan yang direncanakan oleh auditor eksternal, untuk memastikan bahwa rencana pekerjaan auditor eksternal tersebut, dalam hubungannya dengan rencana pekerjaan auditor internal, telah memenuhi persyaratan Standar 2100.
• Penilaian risiko dan materialitas oleh auditor eksternal.
• Teknik , metode, dan terminologi yang digunakan oleh auditor eksternal, sehingga CAE dapat: (1) mengoordinasikan pekerjaan audit internal dan eksternal, (2) mengevaluasi pekerjaan auditor eksternal (terutama bila CAE akan merujuk/mengandalkan pekerjaan auditor eksternal); serta (3) berkomunikasi secara efektif dengan auditor eksternal.
• Akses terhadap program audit dan kertas kerja auditor eksternal, untuk memastikan bahwa pekerjaan auditor eksternal dapat diandalkan untuk tujuan audit internal. Dalam hal ini auditor internal bertanggung jawab untuk menjaga kerahasiaan program kerja dan kertas kerja audit.
3. Auditor eksternal dapat mengandalkan pekerjaan aktivitas audit internal dalam melaksanaan penugasan mereka. Dalam kasus seperti ini, CAE perlu menyediakan informasi yang cukup sehingga auditor eksternal dapat memahami teknik, metode, dan terminologi yang digunakan oleh auditor internal. Akses ke program dan kertas kerja audit terkait diberikan kepada auditor eksternal agar auditor eksternal dapat mendapatkan keyakinan memadai dalam pengandalan pekerjaan auditor internal tersebut.
4. Kesamaan teknik, metode, dan terminologi yang digunakan oleh auditor internal dan eksternal akan memudahkan koordinasi pekerjaan mereka secara efisien dan efektif serta memfasilitasi pengandalan pekerjaan di antara satu dengan yang lainnya.
5. Rencana audit dari auditor internal dan eksternal perlu dibahas bersama untuk memastikan bahwa lingkup audit secara keseluruhan terkoordinasi dan duplikasi pekerjaan sedapat mungkin diminimalkan. Rapat pembahasan tersebut perlu dijadwalkan sepanjang proses audit untuk memastikan koordinasi pekerjaan audit serta penyelesaiannya secara efisien dan tepat waktu. Koordinasi selama penugasan juga untuk menentukan apakah temuan-temuan dan rekomendasi dari pekerjaan audit yang berjalan memerlukan penyesuaian atas lingkup pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya.
6. Komunikasi/laporan final auditor internal, tanggapan manajemen terkait, serta tindak lanjut yang telah dilakukan harus diberikan kepada auditor eksternal. Komunikasi ini akan membantu auditor eksternal dalam menentukan lingkup dan waktu pekerjaan yang dibutuhkan. Selain itu, auditor internal juga memerlukan akses terhadap materi presentasi dan management letter dari auditor eksternal. Hal-hal yang dibahas dalam presentasi dan management letter perlu dipahami oleh CAE serta digunakan sebagai masukan dalam perencanaan pekerjaan audit internal ke depan dengan memberikan penekanan lebih pada area-area dimaksud. Setelah dilakukan review terhadap management letter serta dilakukan inisiasi tindakan korektif oleh manajemen senior dan Dewan terkait, selanjutnya CAE memastikan bahwa tindak lanjut dan tindakan korektif yang disepakati sepenuhnya dilakukan.
7. CAE bertanggung jawab untuk mengevaluasi secara berkala koordinasi antara auditor internal dan eksternal. Evaluasi tersebut dapat juga menyertakan penilaian terhadap keseluruhan efisiensi dan efektivitas kegiatan audit internal dan eksternal, termasuk biaya audit secara agregat. CAE mengomunikasikan hasil evaluasi tersebut kepada manajemen senior dan Dewan, termasuk komentar yang relevan mengenai kinerja auditor eksternal.
Referensi :
• Practice Advisory #2050-1 IPPF Jan 2009
Sumber: auditorinternal.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2011
M T W T F S S
« Nov   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: