Dwipw's Blog

DAMPAK KRISIS EKONOMI GLOBAL

Posted on: April 18, 2010

Dampak Krisis Ekonomi Global
KEBUMEN – Menyusul krisis ekonomi global, pembangunan jalan tol dan Jalan Lintas Selatan-Selatan (JLSS) di Kebumen, terancam tak dilanjutkan atau sementara dihentikan.

“Dampak krisis ekonomi global, mengancam pembangunan di Indonesia. Terbukti, program pembangunan yang telah dirancang pada tahun 2008 ini tidak semuanya berhasil dilaksanakan. Dampak yang lebih parah, jumlah pengangguran akan semakin banyak dan tindak kriminalitas juga meningkat, ” tegas Wakil Ketua Komisi V DPRD RI Taufik Kurniawan, di Kebumen, Minggu (16/11).

Wakil rakyat di komisi yang mengurusi Pekerjaan Umum, Perhubungan, Perumahan dan Percepatan Desa Tertinggal ini menegaskan dalam acara silaturahmi dengan kalangan Muhammadiyah di Gedung Haji Kebumen.

Menurutnya, sejumlah sektor lain yang terancam dan dipastikan terhenti, adalah pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Saat ini baru terealisasi enam dari 1.000 yang direncanakan dibangun pada 2008 ini.

Pembebasan lahan

Terkait masalah pembangunan JLSS di Kabupaten Kebumen, sampai saat ini baru pada tahap pembebasan tanah. Namun negosiasinya terhenti karena terganjal peraturan baru tentang proses pembebasan tanah. Panjang jalan yang sudah dibebaskan 17,633 km atau sekitar 31,56 persen dari panjang keseluruhannya mencapai 55,87 km yang tersebar di 30 desa di delapan kecamatan. Sisanya sepanjang 38,237 km atau 68,44 persen belum dibebaskan.

Untuk pembebasan tanahtanah warga itu, provinsi melalui APBD 2007 telah mengalokasikan Rp 6,6 miliar, sedangkan APBD Kabupaten sebesar Rp 8,5 miliar. Pada 2008 ini, rencananya provinsi mengalokasikan sebesar Rp 2 miliar dan kabupaten Kebumen melalui APBD definitif sebesar Rp 544,896 juta dan APBD Perubahan sebesar Rp 1,95 miliar.

Sekda Kebumen H Suroso SH mengakui, kalau proyek ini mandeg. Hal ini disebabkan karena pembebasan tanah JLSS terkenda prosedur yang tercantum dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) nomor 3 tahun 2007. Pembebasan tanah harus melibatkan tim penaksir tanah. “Pemkab Kebumen telah dua kali melayangkan surat ke Kanwil BPN Jateng di Semarang. Yang intinya, berkonsultasi tentang boleh tidaknya tim penaksir tanah bisa dibentuk oleh Bupati. Jika bisa kami segera dibentuk tim khusus. Namun hingga kini belum ada jawaban,” katanya.

Kembali Taufik Kurniawan yang Ketua DPP PAN ini mengatakan, krisis ekonomi global juga telah menghantam tiga pilar perekonomian Indonesia. Yakni pasar modal, pasar uang dan perbankan. Bahkan, untuk pasar modal dan pasar uang boleh dikatakan telah ambruk. Terbukti dengan merosotnya harga saham gabungan di bursa efek dan terus melemahnya nilai kurs mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Sedangkan Perbankan sebagai pilar perekonomian terakhir juga mulai merasakan imbasnya. “Sekarang bank-bank mulai bersaing menaikan suku bunga, bahkan ada yang sampai 15%. Jika hal ini dibiarkan, maka perbankan di Indonesia juga akan hancur,” ujarnya.

Untuk memulihkan, katanya, ada beberapa kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah. Salah satunya, dengan mengembalikan sistem ekonomi kerakyatan. him-skh

sumber : wawasandigital.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: